Antar Paket COD, Kurir JNT Dipamekasan Malah Dianiaya, Korban Lapor Polisi

- Penulis

Selasa, 1 Juli 2025 - 06:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil screenshot dari video yang beredar

Hasil screenshot dari video yang beredar

PAMEKASANhttp://BBGNews.id — Insiden penganiayaan terhadap seorang kurir jasa ekspedisi kembali mencuat. Kali ini, seorang kurir JNT bernama Irwan Siskiyanto (27) menjadi korban dugaan penganiayaan saat mengantarkan paket di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Senin (30/6/2025).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di Jalan Teja, Desa Laden, Kecamatan Pamekasan itu kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian. Irwan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pamekasan dengan nomor laporan: STTLP/B/251/VI/2025/SPKT/POLRES PAMEKASAN/POLDA JAWA TIMUR tertanggal 30 Juni 2025.

Kepada penyidik, Irwan menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat dirinya mengantar paket dengan metode pembayaran Cash on Delivery (COD) atas nama pembeli berinisial Ayik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setibanya di lokasi, Irwan menyerahkan paket kepada istri Ayik, yang langsung membayar barang senilai Rp1.589.235. Namun, tak lama setelah transaksi selesai dan Irwan hendak beranjak pergi, ia dipanggil kembali oleh istri pembeli karena merasa isi paket tidak sesuai dan ingin mengembalikannya.

Sebagai kurir, Irwan pun menjelaskan bahwa pengembalian paket COD tidak dapat dilakukan langsung ke kurir, melainkan harus melalui prosedur di aplikasi tempat pemesanan. Namun penjelasan itu diduga tidak diterima baik oleh pihak pembeli.

Baca Juga:  Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan

Tak lama kemudian, Ayik keluar dari rumah dan diduga langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap Irwan. Berdasarkan video yang beredar dan direkam oleh korban sendiri, terlihat jelas Irwan dicekik dari belakang menggunakan lengan pelaku. Bahkan, gigi korban tampak mengeluarkan darah.

Akibat penganiayaan tersebut, Irwan mengaku mengalami rasa nyeri pada leher, terutama saat menelan dan bernapas panjang.

“Saat minum air dan menarik napas panjang, leher saya terasa sangat sakit. Ini jelas penganiayaan,” kata Irwan kepada media, Selasa (1/7/2025).

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Doni Setiawan saat dikonfirmasi menyatakan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

“Saya masih mengikuti kegiatan peringatan HUT Bhayangkara ke-79. Setelah ini akan saya tindak lanjuti,” ujarnya singkat.

Hingga kini, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait status hukum terduga pelaku.

Video penganiayaan tersebut telah beredar di sejumlah grup WhatsApp dan media sosial, memicu kecaman dari warganet yang menyoroti maraknya kasus kekerasan terhadap kurir ekspedisi.

Beberapa warganet menyayangkan sikap pelanggan yang dinilai arogan dan tidak memahami prosedur pengembalian barang COD, serta meminta pihak kepolisian menindak tegas pelaku.

Berita Terkait

Oknum Polisi di Sumenep Diduga Hamili Pacarnya, Keluarga Korban Minta Proses Hukum Transparan
Diduga Gelapkan Mobil Toyota Hiace, Seorang Warga Rubaru Resmi Dilaporkan Ke Polres Sumenep
SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Jadi Sorotan, Guru Sebut Menu MBG Adaperbaikan Saat Viral Saja
Miris, Sudah 2 Hari Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk
Dua Mobil Bermuatan Jeriken Solar Diamankan Polisi di Sumenep, Diduga Jaringan BBM Subsidi Ilegal 
Slamet Pimpin Aksi, LIRA Pamekasan Ungkap Dugaan Pupuk Subsidi Bermasalah dan Proyek Fiktif
Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan
Camat Kalianget Buka Diri dari Kritik: ‘Mau Diberitakan Seperti Apa, Saya Tak Peduli!’
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:19

Publik Bertanya, Kursi Terdakwah Ke Kursi Kepala Diskominfo Sumenep

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:24

Diduga Gelapkan Mobil Toyota Hiace, Seorang Warga Rubaru Resmi Dilaporkan Ke Polres Sumenep

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:10

Siapa Pewaris Tahta? Diantara Dua Calon Sekda Sumenep

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:13

Warga Ambunten Pertanyakan Transparansi dan Keberlanjutan Pengelolaan Limbah 2024 di Sumenep

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:15

SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Jadi Sorotan, Guru Sebut Menu MBG Adaperbaikan Saat Viral Saja

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:50

Advokat Muda Sumenep Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026, Dorong Sinergi Pers dan Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:54

Miris, Sudah 2 Hari Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:36

Siswa di Sumenep Surati Kepala SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun, Menu MBG Diduga Tak Layak Konsumsi

Berita Terbaru