Tak Jelas Penanganan Pegawai “Siluman” di RSUD Sumenep, Terdengar Kabar Direktur Erliyati Mundur

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, BBGNews.id – Polemik rekrutmen ilegal pegawai di RSUD Dr H Moh Anwar, Sumenep, kian panas. Bocornya informasi terkait skema rekrutmen dan penggajian 51 pegawai lewat jalur Ikatan Kerja Sama (IKS) membuat pucuk pimpinan rumah sakit kewalahan. Direktur, Erliyati, akhirnya memilih mundur di tengah sorotan publik yang makin tajam.

Ironisnya, hingga Erliyati mengundurkan diri, keberadaan pegawai “siluman” yang diduga direkrut tanpa prosedur resmi, belum mendapat penanganan tegas. Justru para pejabat RSUD terlihat sibuk membangun pencitraan di tengah sorotan keras terhadap buruknya kualitas layanan rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu.

Sumber internal menyebut, 51 pegawai IKS digaji total sekitar Rp 273 juta per bulan melalui anggaran belanja pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tanpa proses rekrutmen terbuka. Praktik ini diduga menabrak regulasi, termasuk Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 dan Perbup Sumenep Nomor 17 Tahun 2020.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BKPSDM Sumenep, Arif Firmanto, saat dikonfirmasi, justru menunjukkan sikap menghindar. “Kami akan cek dulu,” ujarnya singkat, tanpa kejelasan tindak lanjut hingga kini.

Baca Juga:  Disperindag Pamekasan Ucapkan Dirgahayu RI ke-80: Momentum Perkuat Semangat Inovasi dan Kemandirian Ekonomi Daerah

Belum reda isu pegawai ilegal, kebocoran informasi soal tunjangan jasa pelayanan (jaspel) bagi jajaran pimpinan RSUD makin memperkeruh situasi. Nilai jaspel yang besar membuat sejumlah pegawai internal gusar dan menilai manajemen RSUD tidak adil.

Sebelum mundur, Erliyati sempat memanggil jajaran pimpinan untuk klarifikasi. Ia menampik ada pelanggaran dalam rekrutmen, namun menolak menjelaskan secara rinci prosesnya. Pernyataan “percaya diri” itu justru menambah kecurigaan publik akan adanya praktik tak wajar dalam tubuh RSUD.

Aktivis muda Sumenep, Asmuni, mendesak Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo angkat bicara. Menurutnya, sebagai kepala daerah, Fauzi bertanggung jawab penuh atas kinerja dan kebijakan BLUD RSUD.

“Nama Bupati selalu dicatut sebagai restu pengangkatan pegawai jalur belakang. Kalau tidak benar, harus ada klarifikasi terbuka,” tegasnya.

Ia bahkan mengklaim memiliki rekaman pernyataan langsung dari Erliyati yang mengakui pengangkatan tanpa seleksi. “Kalau perlu kita buka di Komisi Informasi (KI) atau PTUN. Jangan main tutup-tutupi. Masyarakat berhak tahu,” tantangnya. (Asm)

Berita Terkait

Publik Bertanya, Kursi Terdakwah Ke Kursi Kepala Diskominfo Sumenep
Siapa Pewaris Tahta? Diantara Dua Calon Sekda Sumenep
Warga Ambunten Pertanyakan Transparansi dan Keberlanjutan Pengelolaan Limbah 2024 di Sumenep
Polemik Bansos Pamekasan Tak Terjawab, Aktivis ‘Mengetuk’ Pintu Provinsi
PAPBD 2025, DispertaKP Sampang Alokasikan 19 Traktor untuk Poktan
Pamekasan Semarak Rayakan HUT RI ke-80: Baperida Tegaskan Komitmen Inovasi untuk Negeri
Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Amin Jabir S.T, Ucapkan Selamat Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia
Disperindag Pamekasan Ucapkan Dirgahayu RI ke-80: Momentum Perkuat Semangat Inovasi dan Kemandirian Ekonomi Daerah
Berita ini 21 kali dibaca
Tag :
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 07:21

Sinergitas Media Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-53 untuk Kabiro Cakrawala One, Lusi Afriani

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:23

Oknum Polisi di Sumenep Dilaporkan ke Bareskrim Polri Atas Dugaan Kekerasan Seksual dan Pemaksaan Aborsi

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:19

Publik Bertanya, Kursi Terdakwah Ke Kursi Kepala Diskominfo Sumenep

Rabu, 4 Maret 2026 - 04:48

Oknum Polisi di Sumenep Diduga Hamili Pacarnya, Keluarga Korban Minta Proses Hukum Transparan

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:24

Diduga Gelapkan Mobil Toyota Hiace, Seorang Warga Rubaru Resmi Dilaporkan Ke Polres Sumenep

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:13

Warga Ambunten Pertanyakan Transparansi dan Keberlanjutan Pengelolaan Limbah 2024 di Sumenep

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:00

Panas! LSM Pamekasan Murka Usai Dicap Provokator, Wacana Penertiban Bupati Disorot Keras

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:15

SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Jadi Sorotan, Guru Sebut Menu MBG Adaperbaikan Saat Viral Saja

Berita Terbaru