SUMENEP// bbgnews.id – Sejumlah siswa mengeluhkan kualitas menu MBG yang disajikan di SPPG Batu Putih, Yayasan Alif Batu Putih. Keluhan tersebut muncul setelah siswa mengaku menemukan ulat pada sayuran serta buah yang sudah membusuk dalam dua hari berbeda, yakni pada 2 Februari 2026 dan 4 Februari 2026.
“Sudah 2 hari (Senin–Rabu) sayurnya ada ulatnya,” kata salah satu murid saat dimintai keterangan, Rabu (11/2/2026).
Keluhan tidak hanya datang dari siswa. Seorang guru yang enggan disebutkan identitasnya juga menyayangkan dugaan kurangnya perhatian terhadap kebersihan dan kesehatan makanan yang diberikan kepada peserta didik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Guru di sekolah itu menyayangkan kenapa tidak diperhatikan mengenai kebersihan dan kesehatan makanan,” ujarnya.
Menurut sumber lain di lingkungan sekolah, kasus serupa disebut-sebut bukan hanya terjadi sekali. Namun, banyak pihak disebut merasa takut untuk menyampaikan kritik secara terbuka.
“Sebenarnya sepertinya banyak yang mengalami kasus seperti itu. Rata-rata takut yang mau di-up,” jelasnya.
“Iya, katanya takut,” tambahnya.
Sumber tersebut juga mengungkapkan adanya kekhawatiran karena pihak pengelola disebut kerap bereaksi keras terhadap kritik. “Karena yang punya SPPG langsung marah-marah kalau ada yang mengkritik,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepala SPPG Batu Putih maupun Yayasan Alif Batu Putih terkait dugaan tersebut. Para orang tua dan tenaga pendidik berharap ada evaluasi menyeluruh agar standar kebersihan makanan bagi siswa dapat terjamin serta kejadian serupa tidak terulang kembali.


















