Pamekasan Markas Rokok Ilegal! Pabrik Bodong Tak Tersentuh, Kurir Jadi Tumbal!

- Penulis

Rabu, 18 Juni 2025 - 05:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sekjen Lasbandra Saat ditemui di salah satu cafe

Foto: Sekjen Lasbandra Saat ditemui di salah satu cafe

Pamekasanhttp://BBGNews.id – Kabupaten Pamekasan dikenal sebagai kabupaten terbesar produsen rokok ilegal (bodong) di Jawa Timur, satus ini bukan tanpa alasan, hampir setiap penangkapan besar oleh aparat penegak hukum maupun Bea Cukai di berbagai wilayah Jawa Timur, selalu mengerucut pada satu nama, yaitu Pamekasan.

Bukti konkret muncul dari berbagai kasus laka lantas hingga razia truk pengangkut rokok ilegal di lintas provinsi, mayoritas barang bukti berasal dari wilayah ini, namun ironisnya, pabrik-pabrik rokok ilegal di Pamekasan tetap tak tersentuh, seolah berada di zona aman tanpa hukum.

Rifa’i, Sekretaris Jenderal Lasbandra, meledak dalam keterangannya kepada media, ia menilai ada sesuatu yang sangat janggal dalam pola penegakan hukum terhadap industri rokok ilegal di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau pelaku lapangan bisa ditangkap, rokoknya bisa disita, tapi kenapa sumbernya tidak pernah disentuh? Jangan-jangan ada aparat yang bermain di belakang industri haram ini, ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini penghianatan terhadap negara!” tegas Rifa’i dengan nada tinggi. Rabu (18/06)

Lasbandra menilai, situasi ini bukan semata-mata pembiaran, melainkan bisa masuk kategori perlindungan sistematis terhadap pelaku industri ilegal yang sudah jelas merugikan negara triliunan rupiah per tahun.

Baca Juga:  Operasi Tambang Galian C Ilegal di Beber Dibongkar, Polisi Sita Excavator dan Amankan Pekerja

“Kita bicara tentang rokok tanpa cukai, tanpa pajak, tapi tetap bisa beredar luas, Itu tidak mungkin terjadi tanpa restu dari oknum-oknum yang punya kuasa,” tambah Rifa’i.

Lebih dari itu, Rifa’i mendesak Bea Cukai, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk berhenti bermain mata dan segera membongkar siapa pemilik modal di balik pabrik-pabrik rokok ilegal di Pamekasan, jika tidak, ia menilai rakyat akan terus jadi korban, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun keadilan hukum.

“Kami siap turun ke jalan, mendesak Presiden dan Menteri Keuangan turun tangan langsung ke Pamekasan! Kalau aparat di daerah sudah tak sanggup, biar pusat yang bersihkan!” seru Rifa’i dengan tajam.

Pabrik Aman, Kurir Dikorbankan, karena fakta di lapangan menunjukkan pola yang berulang, para sopir, kurir, dan pengecer kecil menjadi tumbal penegakan hukum, sementara pabrik-pabrik tetap berdiri megah di pelosok-pelosok Pamekasan tanpa pernah tersentuh, barang bukti disita, tapi produksi tetap jalan.

“Kalau terus begini, negara hanya seperti pemadam kebakaran, pdahal yang membakar adalah orang dalam,” tutup Rifa’i

 

Berita Terkait

Publik Bertanya, Kursi Terdakwah Ke Kursi Kepala Diskominfo Sumenep
Oknum Polisi di Sumenep Diduga Hamili Pacarnya, Keluarga Korban Minta Proses Hukum Transparan
Diduga Gelapkan Mobil Toyota Hiace, Seorang Warga Rubaru Resmi Dilaporkan Ke Polres Sumenep
Siapa Pewaris Tahta? Diantara Dua Calon Sekda Sumenep
Warga Ambunten Pertanyakan Transparansi dan Keberlanjutan Pengelolaan Limbah 2024 di Sumenep
SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Jadi Sorotan, Guru Sebut Menu MBG Adaperbaikan Saat Viral Saja
Advokat Muda Sumenep Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026, Dorong Sinergi Pers dan Penegakan Hukum
Miris, Sudah 2 Hari Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk
Berita ini 50 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:19

Publik Bertanya, Kursi Terdakwah Ke Kursi Kepala Diskominfo Sumenep

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:24

Diduga Gelapkan Mobil Toyota Hiace, Seorang Warga Rubaru Resmi Dilaporkan Ke Polres Sumenep

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:10

Siapa Pewaris Tahta? Diantara Dua Calon Sekda Sumenep

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:13

Warga Ambunten Pertanyakan Transparansi dan Keberlanjutan Pengelolaan Limbah 2024 di Sumenep

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:15

SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Jadi Sorotan, Guru Sebut Menu MBG Adaperbaikan Saat Viral Saja

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:50

Advokat Muda Sumenep Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026, Dorong Sinergi Pers dan Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:54

Miris, Sudah 2 Hari Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:36

Siswa di Sumenep Surati Kepala SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun, Menu MBG Diduga Tak Layak Konsumsi

Berita Terbaru