Pengelola SPPG Pakamban Laok 2 Diduga Sibuk Redam Pemberitaan Setelah Menu MBG Yang Disajikan Ditolak Siswa dan Guru

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 07:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP// Bbgnews.id- Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) Pakamban Laok 2, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, kembali menjadi sorotan publik.

Sejumlah persoalan mencuat, mulai dari keluhan kesehatan peserta didik hingga sikap pengelola yang dinilai tidak kooperatif terhadap upaya konfirmasi media.

Sebelumnya, beberapa wali murid RA Hidayatut Thalibin (RA HT) dilaporkan menolak distribusi MBG. Selain itu, muncul pula informasi dugaan sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan berupa diare usai mengonsumsi makanan program tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola SPPG terkait dugaan tersebut.

Wartawan Sumenep, Imam Kachonk, menilai pengelola SPPG Pakamban Laok 2 tidak menunjukkan itikad transparansi saat dimintai klarifikasi oleh media.

“Dalam beberapa hari terakhir, persoalan MBG terus bergulir. Ada dugaan siswa mengalami diare dan penolakan dari wali murid. Namun ketika media mencoba meminta klarifikasi, pihak SPPG justru terkesan menghindar,” ujar Imam, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, kepala SPPG Pakamban Laok 2 tidak memberikan respons sama sekali meskipun telah dihubungi berulang kali oleh sejumlah wartawan.

Situasi tersebut dinilai semakin janggal ketika setelah persoalan MBG ramai diberitakan dan mendapat perhatian luas di media sosial, pihak pengelola justru berupaya mendekati wartawan dengan alasan silaturahmi.

Baca Juga:  PA 212 soal Polisi Halangi Massa di Patung Kuda: Semoga Aparat Punya Hati Nurani

“Setelah isu ini ramai dan disorot banyak jurnalis, barulah ada upaya mendekati wartawan yang mengungkap dugaan MBG bermasalah. Namun pendekatan itu bukan dalam konteks klarifikasi terbuka,” lanjut Imam.

Ia mengungkapkan adanya dugaan upaya meredam pemberitaan dengan cara yang tidak etis.

“Ada dugaan pihak SPPG meminta bantuan pihak lain untuk menyampaikan sejumlah uang kepada wartawan, agar pemberitaan terkait MBG yang dikelola SPPG Pakamban Laok 2 di bawah Yayasan Bumi Asfan Abadi tidak lagi disorot,” ungkapnya.

Jika dugaan tersebut benar, Imam menilai tindakan itu tidak hanya mencederai prinsip transparansi publik, tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis.

“Jurnalisme tidak bisa dibungkam dengan uang. Praktik seperti itu bertentangan dengan nilai profesionalisme dan jelas melanggar kode etik jurnalistik,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Pakamban Laok 2 maupun Yayasan Bumi Asfan Abadi belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi atas berbagai dugaan yang disampaikan. Redaksi Seputar Jatim masih membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.(Vi)

Berita Terkait

In’am Rabbani Bikin Heboh! Siswa SMA Tahfidz Assaidiyah Sabet Juara Ganda dan Tunggal di Bupati Cup Sampang
Operasi Tambang Galian C Ilegal di Beber Dibongkar, Polisi Sita Excavator dan Amankan Pekerja
Pamekasan Markas Rokok Ilegal! Pabrik Bodong Tak Tersentuh, Kurir Jadi Tumbal!
PLN UP3 Madura Wujudkan Kepedulian Sosial Lewat Kurban di Pamekasan
Hukum Bisa Dipesan? Kasatreskrim Bangkalan Diduga Akali Kasus Bayi Tewas
Polres Sampang Panik, Korban Dikriminalisasi Demi Amankan Artis?
Semangat Kurban, RSUD Mohammad Zyn Pererat Tali Sosial dengan Warga Sekitar
Kapolsek Pulogadung Minta Maaf Anggotanya Tolak Laporan Korban Perampokan
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 13:51

Slamet Pimpin Aksi, LIRA Pamekasan Ungkap Dugaan Pupuk Subsidi Bermasalah dan Proyek Fiktif

Minggu, 24 Agustus 2025 - 08:13

Ketika Isi Perut Terancam, Independensi Profesi Pun Tergadaikan

Kamis, 31 Juli 2025 - 06:53

Camat Kalianget Buka Diri dari Kritik: ‘Mau Diberitakan Seperti Apa, Saya Tak Peduli!’

Selasa, 22 Juli 2025 - 02:25

Sidang Syamsiah Memanas: Dakwaan Dinilai Cacat, Kuasa Hukum Minta Perkara Syamsiah Dihentikan

Selasa, 22 Juli 2025 - 02:13

Hibah Sapi Fiktif? LSM Geruduk Dinas Peternakan Jatim

Selasa, 15 Juli 2025 - 10:55

Lasbandra Desak Transparansi Kasus Lapen: Publik Tak Percaya Hanya Satu Orang Terlibat

Senin, 7 Juli 2025 - 12:23

Penanganan Kasus Kepala Bayi Terputus Disorot, LASBANDRA Tempuh Jalur Hukum

Rabu, 2 Juli 2025 - 13:34

Air Tak Mengalir, Tagihan Naik 200%! Hublang Cuma Jawab: ‘Msh Rapat Bos’

Berita Terbaru