Polemik Bansos Pamekasan Tak Terjawab, Aktivis ‘Mengetuk’ Pintu Provinsi

- Penulis

Jumat, 26 Desember 2025 - 03:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pamekasan, BBGNews.id -Polemik penyaluran bantuan sosial di Kabupaten Pamekasan tak kunjung menemukan titik terang, setelah berulang kali meminta penjelasan di tingkat kabupaten tanpa hasil, sejumlah aktivis akhirnya membawa persoalan tersebut ke Dinas Sosial Jawa Timur.

Audiensi yang digelar Selasa (24/12) itu menyoroti dugaan pemotongan bantuan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang dinilai mencederai hak warga miskin.

Koordinator aksi, Slamet Riyadi, menyebut langkah ke tingkat provinsi ditempuh karena sikap Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan dinilai tidak memberikan kejelasan substantif atas pertanyaan publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang kami terima hanya penjelasan normatif, tanpa menyentuh substansi persoalan di lapangan,” kata Slamet.

Menurut dia, persoalan bansos di Kabupaten Pamekasan tidak bisa dipandang sebagai isu administratif semata.

Bansos, kata dia, adalah instrumen negara untuk melindungi warga miskin, sehingga setiap dugaan penyimpangan harus dibuka secara transparan.

Slamet juga menilai, pembahasan dugaan pemotongan bantuan tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Ia menduga persoalan tersebut melibatkan rantai pelaksana yang lebih luas, mulai dari pendamping hingga struktur birokrasi di atasnya.

“Kalau hanya pendamping yang disorot, itu terlalu sederhana, justru perlu dibedah siapa yang bertanggung jawab secara struktural,” ujarnya.

Selain dugaan pemotongan, aktivis turut mempertanyakan kondisi ekonomi sejumlah pendamping program yang dinilai janggal, gaya hidup sebagian SDM PKH disebut tidak sejalan dengan penghasilan resmi yang mereka terima, sehingga memunculkan tanda tanya di ruang publik.

Baca Juga:  Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Amin Jabir S.T, Ucapkan Selamat Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia

Desakan itu disertai permintaan agar pemerintah provinsi mendorong evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola bansos di Pamekasan, termasuk kinerja dinas terkait.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dinas Sosial Jawa Timur, Yusmanu, mengakui audiensi tersebut sebagai bentuk kontrol masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa kewenangan pemerintah provinsi memiliki batas yang tidak bisa dilampaui.

Evaluasi kepala dinas di kabupaten, kata dia, sepenuhnya menjadi kewenangan bupati, sementara penilaian pendamping PKH berada di luar otoritas pemerintah provinsi karena alur program langsung dari pemerintah pusat.

“Provinsi tidak bisa serta-merta memanggil atau mengevaluasi pejabat kabupaten, hirarki kewenangan itu harus dipahami,” ujar Yusmanu.

Meski demikian, ia memastikan bahwa informasi terkait dugaan persoalan bansos di Pamekasan telah diteruskan ke Kementerian Sosial untuk menjadi bahan pertimbangan lebih lanjut.

“Jika terdapat bukti yang kuat dan sah, tentu akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Bagi aktivis, pernyataan tersebut belum cukup, mereka menilai, tanpa langkah konkret dan pembukaan data secara transparan, polemik bantuan sosial berpotensi terus berulang, sementara warga miskin kembali menjadi pihak yang paling dirugikan.

Berita Terkait

Publik Bertanya, Kursi Terdakwah Ke Kursi Kepala Diskominfo Sumenep
Siapa Pewaris Tahta? Diantara Dua Calon Sekda Sumenep
Warga Ambunten Pertanyakan Transparansi dan Keberlanjutan Pengelolaan Limbah 2024 di Sumenep
PAPBD 2025, DispertaKP Sampang Alokasikan 19 Traktor untuk Poktan
Pamekasan Semarak Rayakan HUT RI ke-80: Baperida Tegaskan Komitmen Inovasi untuk Negeri
Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Amin Jabir S.T, Ucapkan Selamat Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia
Disperindag Pamekasan Ucapkan Dirgahayu RI ke-80: Momentum Perkuat Semangat Inovasi dan Kemandirian Ekonomi Daerah
Perumdam Tirta Jaya Pamekasan: Terus Mengalirkan Semangat Merdeka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:19

Publik Bertanya, Kursi Terdakwah Ke Kursi Kepala Diskominfo Sumenep

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:24

Diduga Gelapkan Mobil Toyota Hiace, Seorang Warga Rubaru Resmi Dilaporkan Ke Polres Sumenep

Rabu, 18 Februari 2026 - 13:10

Siapa Pewaris Tahta? Diantara Dua Calon Sekda Sumenep

Kamis, 12 Februari 2026 - 13:13

Warga Ambunten Pertanyakan Transparansi dan Keberlanjutan Pengelolaan Limbah 2024 di Sumenep

Rabu, 11 Februari 2026 - 07:15

SPPG Pakamban Laok 2 Kembali Jadi Sorotan, Guru Sebut Menu MBG Adaperbaikan Saat Viral Saja

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:50

Advokat Muda Sumenep Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026, Dorong Sinergi Pers dan Penegakan Hukum

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:54

Miris, Sudah 2 Hari Menu MBG di SPPG Batu Putih, Diduga Sayur Berulat dan Buah Membusuk

Minggu, 8 Februari 2026 - 14:36

Siswa di Sumenep Surati Kepala SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun, Menu MBG Diduga Tak Layak Konsumsi

Berita Terbaru