SUMENEP// bbgnews.id – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Legung Barat kembali menjadi sorotan tajam setelah salah satu siswa melayangkan surat kepada kepala SPPG Legung Barat Yayasan At-atta’awun. Surat tersebut berisi kritik keras atas realisasi menu MBG yang diduga tidak layak konsumsi karena sebagian telur puyuh yang dibagikan disebut dalam kondisi busuk, Sabtu (7/2/2026).
Dalam isi surat yang beredar, pihak sekolah menyampaikan keluhan secara tegas kepada penanggung jawab program. “Kepada yang terhormat kepala MBG. Telur puyuhnya sebagian ada yang busuk, tolong diperhatikan,” tulis salah satu pesan yang dikutip dari laporan tersebut.
Tidak hanya itu, suara keberatan juga datang dari siswa penerima manfaat. Dalam pesan sederhana namun menyentil, seorang siswa menulis, “Saya tidak mau telur busuk. Terimakasih salam kelas 5.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Surat tersebut menjadi pukulan keras bagi pihak SPPG Legung Barat yang dinilai kurang maksimal dalam memastikan kualitas makanan sebelum didistribusikan kepada siswa. Program MBG yang seharusnya menjadi simbol perhatian terhadap gizi anak sekolah justru dipertanyakan integritas pelaksanaannya ketika dugaan makanan tidak layak konsumsi muncul.
Sejumlah pihak menilai, persoalan ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral dan profesional dalam menjaga keamanan pangan bagi anak-anak. Pengawasan bahan makanan, proses penyimpanan, hingga distribusi seharusnya dilakukan dengan standar ketat untuk mencegah risiko kesehatan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari kepala SPPG Legung Barat maupun pihak Yayasan At-atta’awun terkait isi surat tersebut. Publik kini menunggu klarifikasi terbuka serta langkah evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi dan kepercayaan masyarakat terhadap program MBG dapat dipulihkan.


















