Wali Murid Viralkan Menu MBG Tidak Layak Konsumsi di Tiktok, Kepala SPPG Lebeng Timur Bungkam

- Penulis

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  1. SUMENEP// bbgnews.id — Polemik dugaan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut berbau dan tidak layak konsumsi di SPPG Lebeng Timur Yayasan Matlhabul Ulum terus menjadi sorotan publik setelah viral di TikTok. Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak dan meminta adanya evaluasi menyeluruh.

Keluhan tersebut semakin ramai diperbincangkan usai beredarnya tangkapan layar percakapan konfirmasi dari pihak media kepada Kepala SPPG Lebeng Timur, Nur Holis. Dalam pesan yang dikirimkan, pihak media meminta klarifikasi terkait dugaan menu MBG yang disebut sudah bau. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun pernyataan resmi.

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dengan kondisi makanan yang diterima anaknya. “Kami tidak menolak programnya, tapi tolong kualitas makanan benar-benar diperhatikan. Anak-anak yang makan, jangan sampai mereka dapat makanan yang sudah tidak layak,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Wali murid lainnya juga meminta adanya evaluasi dari pihak penyelenggara. “Kalau memang ada kekeliruan di dapur atau distribusi, sebaiknya segera diperbaiki. Kami hanya ingin makanan yang diberikan aman untuk anak-anak,” katanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sikap bungkam pihak SPPG Lebeng Timur memicu tanda tanya di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai klarifikasi sangat diperlukan agar polemik tidak terus berkembang dan menimbulkan keresahan, khususnya bagi wali murid penerima program MBG.

Di media sosial, sejumlah warganet menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi makanan bagi anak-anak sekolah. Mereka berharap penyelenggara program dapat memastikan kualitas makanan tetap layak konsumsi serta memenuhi standar kesehatan.

Hingga kini, pihak Yayasan Matlhabul Ulum maupun Kepala SPPG Lebeng Timur, Nur Holis, belum memberikan respons atas upaya konfirmasi yang telah disampaikan. Masyarakat pun menunggu penjelasan resmi guna memastikan fakta sebenarnya di lapangan.

Berita Terkait

In’am Rabbani Bikin Heboh! Siswa SMA Tahfidz Assaidiyah Sabet Juara Ganda dan Tunggal di Bupati Cup Sampang
Semarak HUT RI ke-80 di Dusun Kendal, Desa Blumbungan: Meriah dengan Aneka Perlombaan
Berita ini 0 kali dibaca
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 26 Desember 2025 - 03:20

Polemik Bansos Pamekasan Tak Terjawab, Aktivis ‘Mengetuk’ Pintu Provinsi

Senin, 18 Agustus 2025 - 14:23

Pamekasan Semarak Rayakan HUT RI ke-80: Baperida Tegaskan Komitmen Inovasi untuk Negeri

Senin, 18 Agustus 2025 - 13:59

Kepala Dinas PUPR Pamekasan, Amin Jabir S.T, Ucapkan Selamat Dirgahayu ke-80 Republik Indonesia

Senin, 18 Agustus 2025 - 12:23

Disperindag Pamekasan Ucapkan Dirgahayu RI ke-80: Momentum Perkuat Semangat Inovasi dan Kemandirian Ekonomi Daerah

Senin, 18 Agustus 2025 - 12:08

Perumdam Tirta Jaya Pamekasan: Terus Mengalirkan Semangat Merdeka

Rabu, 30 Juli 2025 - 12:46

Tak Jelas Penanganan Pegawai “Siluman” di RSUD Sumenep, Terdengar Kabar Direktur Erliyati Mundur

Selasa, 22 Juli 2025 - 10:32

Audiensi Membara! LIRA Pamekasan Kepung Dishub, Soroti Janji-janji Ajib Abdullah

Senin, 23 Juni 2025 - 00:31

Relokasi RSUD Sampang: Pilar Transformasi Kesehatan, Bupati Slamet Junaidi Tuai Apresiasi.

Berita Terbaru